Minggu, 01 April 2012

Membuat Persiapan Pidato Yang Mengesankan



Berpidato dengan baik bukanlah bakat, apalagi mukjizat yang datang dari langit. Sama halnya bermain silat, berpidato dengan baik dapat diasah dengan latihan. Mungkin anda, saya, kita semua pernah bahkan sering gugup saat berbicara di depan umum. Tapi jangan merasa kasus itu adalah kutukan takdir. 

King George VI, Raja Britania Raya, awalnya orang yang tak hanya gugup tapi juga gagap saat berbicara di depan umum. Dengan berlatih dan terus berlatih beliau akhirnya menjadi salah satu pembicara termasyhur di dunia. Tupai melompat, karena ia sering latihan. Agar percaya diri, saran William James, Berpura-puralah berani. Rasa takut Kita karena kurang kepercayaan diri. Dan kurangnya kepercayaan diri disebabkan oleh ketidaktahuan. Luka mana yang tak sembuh oleh waktu ? Berlatih dan teruslah belajar.

Langsung saja, unsur pidato yang baik terdiri atas : persiapan, pembukaan, isi atau tujuan pidato dan penuntupan pidato. Mari kita lahap satu-satu :

(1) Persiapan
 
Persiapan yang sesungguhnya berarti menggali sesuatu dalam diri Anda, ide, pemikiran yang murni dari diri Anda sendiri. Sebuah pidato bukanlah martabak yang aduk-lempar, 15 menit sudah jadi. Bukan ! Dale Carnegie—dalam bukunya—The Magic of Speaking memberikan saran kurang lebih seprti ini :

1. Pilihlah topik jauh-jauh hari, cari fakta tentang topik tersebut, diskusikan bersama kerabat Anda, bawalah dalam tidur dan mimpi Anda. Tulis di secarik kertas atau gadget setiap ide yang datang. Biasanya, ide seperti jailangkung, datang tak dijemput. Tapi ide tersebut harus diantar ke buku catatan/gadget. Ide tiba-tiba muncul saat makan, berkendaraan, di toilet, mengantri di pajak gadai dan lainnya. Catatlah ide tersebut. Dicatat, bukan diingat-ingat saja.

2. Baca buku mengenai topik Anda, cari artikel di internet, majalah, koran. Kumpulkan bahan yang lebih banyak dari yang Anda butuhkan. Dari 100 ide cemerlang, hanya 10-20 terbaik yang layak Anda jadikan naskah pidato. Setelah itu, buatlah naskah pidato Anda dengan susunan ;

3. Utarakan fakta-fakta negatif dan positif tentang topik Anda. Perdebatkan topik tersebut. Tunjukan bagaimana memperbaikinya. Mintalah kerjasama dengan menjalankan solusi yang ditawarkan. 

4. Berlatih sebelum tampil, atau biasa dikenal dengan istilah gladi bersih. Rekam suara atau lebih baik lagi video Anda saat berlatih. Hal ini bertujuan agar Anda dapat mengoreksi diri Anda sendiri sebelum benar-benar tampil diatas podium. Perbaiki gerakan, nada dan penampilan yang kurang baik menurut Anda hingga semenarik mungkin.

# Agar Penonton Tetap Terbangun

Enthusiasm (antusiasme) berasal dari bahasa yunani, En berarti dalam, dan Theos berarti dewa. Jadi, orang yang antusias adalah orang yang berbicara seolah-olah dirasuki dewa. Antusiasme penonton Anda tergantung dari Antusiame Anda dalam menyiapkan dan menyampaikan Pidato. Jika Anda Lesu, penonton Anda pasti lesu. Jika Anda semangat, penonton juga akan semangat. Faktor terpenting dalam sebuah pidato bukanlah kata-kata, tapi semangat Anda dibalik kata-kata tersebut. Pidato Anda adalah misi suci. Sampaikanlah dengan antusias dan sepenuh hati. Seperti Soekarno dalam pidato revolusionernya demi meraih kemerdekaan.

Pilihlah kata-kata sederhana yang mudah dipahami. Seperti ungkapan Socrates, “ Jika Anda tidak bisa menjelaskannya secara sederhana, Anda belum memahaminya. Gunakan bahasa kaum. Jika penonton adalah awam, pakai bahasa awam. Jika penonton mayoritas pejabat dan cendikiawan, gunakan bahasa ilmiah. Hindari kata-kata seperti kelihatannya, menurut pendapat kami, mungkin. Sebagai contoh, bagaimana jika Iklan Kompas menggunakan kata tersebut. “ Kelihatannya, Kompas adalah surat kabar terbaik “. Atau bisa juga, “ Menurut kami, Kompas adalah surat kabar yang dapat Anda percaya “. Pilih kata-kata yang tepat, singkat dan jelas.

Dalam sebuah pidato, tidak sekadar apa yang Anda sampaikan, tapi bagaimana Anda menyampaikannya. Perhatikan poin berikut :

1. Tekankanlah pada kata-kata yang penting. Contoh kalimat : “ Acara-acara ditelevisi saat ini hanya sedikit yang edukatif sisanya hanyalah pembodohan publik “.

2. Berhentilah sejenak, sebelum dan sesudah ide-ide penting. Gunakan contoh kalimat diatas.

3. Untuk lebih berkesan, pandangi penonton Anda barang sebentar lalu lanjutkan dengan kalimat yang mengandung ide penting tersebut. Tatap penonton Anda, karena banyak pembicara menatap ke atas atau ke lantai saat berpidato. Tampaknya mereka berpidato untuk diri mereka sendiri. Ini akan membunuh sebuah percakapan.

4. Ubah kecepatan suara Anda. Sebagai contoh, katakan 3 milyar dengan suara cepat. Sangat remeh bukan !Sekarang, katakan 3 juta denga lambat. Berbeda bukan !

# Sebelum Beraksi di Podium

Sampai disini, Kita sudah mafhum bahwa pembicara yang bersemangat pasti dikerumuni penonton. Kumpulkan penonton Anda. Jangan biarkan terpisah terlalu jauh. Itu akan membuat Anda lebih semangat dan percaya diri. Hindari makan berat sebelum berpidato. Darah yang semestinya di otak, turun ke perut. Bisa-bisa, belum selesai Anda berpidato, gangguan perut atau sulit konsentrasi menghentikan pidato Anda lebih dahulu. Sebaiknya, jangan berpidato ketika Anda lelah, istirahat lebih baik bagi Anda. Kumpulkan kembali energi Anda dan berpidatolah denga berapi-api. Lalu sekarang, apakah sudah saatnya naik ke podium dan berkoar-koar ? Eitss… tunggu dulu. Pastikan 5 hal berikut ini terlebih dahulu :

1. Tampil sebersih dan serapi mungkin. Pakaian Anda yang kotor dan rambut Anda yang tidak tersisir rapi membuat penonton menduga bahwa isi pikiran Anda sama kotor dan tidak teraturnya dengan penampilan Anda.

2. Periksa jendela dan sirkulasi udara. Penonton Anda pasti lebih memilih keluar ruangan untuk bertahan hidup dan menghirup oksigen ketimbang bertahan mendengar pidato tapi sekarat karena ruangan yang panas, pengap karena sirkulasi udara yang Anda abaikan.

3. Sesuaikan penerangan diruang tersebut. Pastikan cahaya lampu dan sorotan lampu tidak terlalu terang, tapi jangan juga remag-remang. Itu forum ilmiah (pidato) atau klub malam ?

4. Jangan ada tamu di atas podium. Pelayan, pembersih, panitia atau pembawa acara yang membetulkan gorden atau mondar-mandir akan mengalihkan perhatian penonton kepada mereka. Singkirkan pula kursi menumpuk yang tak terpakai atau barang-barang tak penting lainnya. Buatlah panggung Anda terlihat menarik dan simpel. Itu panggung Anda !

5. Setelah Anda berdiri diatas podium jangan langsung memulai pidato. Itu ciri orang amatiran. Tariklah nafas, pandangi penonton Anda dan pastikan sampai tidak ada lagi suara dan ganguan lainnya. Ok, sekarang waktunya beraksi !

Tujuh Tahapan Perlu Dipersiapkan Sebelum Berpidato




Berpidato secara baik dan benar tidak semua orang dapat mehamaminya. Sehingga tidak jarang karena tidak bisa menyampaikan materi pidatonya dengan tepat sasaran mereka  mengalami demam panggung. Seharusnya, sebelum berpidato beberapa hal penting mestilah dipersiapkan.  Persiapan ini memainkan peranan yang sangat penting dalam mendukung keberhasilkan dalam berpidato.
Persiapan pidato itu antara lain adalah sebagai berikut :

1. Menentukan Tujuan Pidato
Tujuan dalam berpidato harulah jelas, untuk apa kita berpidato, apakah memberitahu, menghibur atau membujuk. Selain itu juga harus merumuskan dengan jelas tujuan khususnya, yaitu tanggapan apa yang diharapkan setelah pidato itu selesai.

2. Memilih dan menyampaikan pokok persoalan
Terkadang pokok persoalan sudah ditentukan oleh panitia sebelumnya, terkadang pun sang pembicara juga diberikan kebebasan untuk memilih pokok persoalan dalam berpidato. Tapi walaupun persoalan itu sudah ditentukan atau belum, pembicara wajib menyempitkan pokok persoalan ini, untuk disesuikan dengan kesanggupannya atau kemampuannya, minatnya dan waktu yang disediakan untuk berpidato.

3. Menganalisis pendengar dan suasana
Pembicara harus berusaha mengetahui siapa yang akan menjadi pendengarnya. Jumlah mereka banyak atau sedikit, mereka umumnya tergolong terpelajar atau tidak, bagaimana suasana dalam pidato nanti, apakah hadirin duduk atau berdiri, pagi atau siang, di dalam ruangan atau di tanah lapang, dan sebagainya. Semua itu harus diperhitungkan agar pidatonya bisa berhasil.

4. Mengumpulkan bahan
Pembicara dapat mengumpulkan bahan yang sesuai dengan pokok masalah yang akan disampaikan melalui banyak cara, diantaranya adalah :
a. Membaca buku, majalah, Koran dan sumber sumber pengetahuan lain yang sesuai dengan pokok masalah yang akan di sampaikan.
b. Berusaha menambah wawasan atau bertanya kepada orang yang lebih tahu
c. Mengingat kembali pengamalaman pribadi yang relevan

5. membuat kerangka
Berdasarkan bahan bahan yang berhasil dikumpulkan itu lalu disusun pokok-pokok yang akan dibicarakan menurut urutan yang baik. Di bawah pokok-pokok utama tadi diadakan perincian lebih jauh, dengan itu pengertian bahwa bagian-bagian yang terperinci itu harus memperjelas pokok-pokok utama tadi.

6. Menguraikan secara mendetail
Setelah kerangka selesai disusun, maka pembicara bebas memilih, yaitu berbicara bebas dengan sekali-kali melihat kerangka (metode ekstemporan), atau menggarap pidato secara lengkap kata demi kata, kemudian dibacakan atau dihafalkan (metode naskah atau metode menghafal). Jadi, cara menguraikan kerangka pidato itu tergantung pada metode apa yang dipilih.

7. Melatih dengan suara nyaring
Setelah semua persiapan selesai, pembicara sudah bisa mulai latihan berpidato dengan suara keras seperti yang akan dilakukan dalam pidato yang sesungguhnya.
Berhasil atau tidaknya dalam berpidato banyak ditentukan oleh persiapan pidato. Jadi, jika ingin berhasil dalam berpidato, alangkah baiknya jika tujuh tahapan di atas jangan lupa untuk dipersiapkan

Sabtu, 31 Maret 2012

Contoh Pidato Perpisahan Sekolah



Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam sejatera bagi kita semua

Yang Terhormat Bp. kepala Sekolah dan Bp. Wakil Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, Staff TU, Para tamu Undangan, serta teman-teman yang saya kasihi. Pertama tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah atas semua rahmatNya pada hari yang cerah ini kita dapat berkumpul bersama, untuk mengadakan acara Perpisahaan Sekolah.

Hadirin yang saya hormati, ijinkanlah saya untuk mewakili teman-teman menyampaikan beberapa dua patah kata dalam rangka perpisahan ini. Dimana saya akan menyampaikan berbagai kesan dan pesan selama duduk dibangku sekolah kita ini. Dan sebelumnya saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada ketua osis selaku ketua pelaksana, hingga acara ini bisa terlaksana. Dan tidak lupa juga saya ucapkan terima kasih untuk teman-teman panitia lainnya yang telah mengijinkan saya untuk menyampaikan salam perpisahaan ini.

Selama sekolah, kami sebagai siswa sangat bangga dan berterimakasih kepada Bp. Kepala Sekolah, Bapak/Ibu guru tercinta yang telah bersusah payah menyumbangkan tenaga, pikiran tanpa mengenal lelah untuk setia membimbing dan mengarahkan kami serta mengajarkan kami ilmu untuk menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas. Dengan kesabaran dan jerih payah Bapak/Ibu guru kami dapat lulus dan bisa melanjut ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Mudah-mudahan Bapk/Ibu guru semua yang bertugas untuk mengajar di sekolah ini dapat diberikan kesehatan dan kebahagiaan selalu. Maafkan kami jika selama ini banyak melakukan kesalahan, banyak melakukan perbuatan yang membuat Bapak/Ibu kecewa. Kami sangat menyesalinya.

Dan tidak ketinggalan juga untuk teman-teman, adik-adik kelas sekalian. Terima kasih banyak telah memberikan dukungan serta waktu dalam kebersamaan untuk bersama-sama menuntun ilmu di sekolah kita tercinta ini. Tidak dapat dipungkiri seiring dengan berjalannya waktu, seiring dengan datangnya hal-hal baru seperti SMA, kuliah, hingga ke jenjang karir, dan juga seiring dengan datangnya orang-orang baru, teman baru, perpisahan memang hal yang lumrah terjadi. Alangkah senangnya apabila pertemanan yang telah kita jalin selama tiga tahun ini dapat bertahan selamanya. Marilah kita jadikan semua kenangan yang baik dan buruk sekalipun, sebagai semangat perubahan untuk kemajuan kita bersama. Dan untuk kemajuan sekolah kita tercinta ini, bagi adik-adik yang masih akan tetap menuntun ilmu disini.

Diamana ada pertemuan, perpiasahan pun pasti ada. Segala yang kita lalui di sekolah tercinta ini, adalah kenangan yang terindah dan tak akan terlupakan sampai kapan pun dan dimana pun kita berada setelah hari ini. Dijaman teknologi sekarang ini, agar nantinya setelah kita berpisah, baik dengan teman-teman seangkatan maupun adek-adek sekalian dan teristimewa Bapak/Ibu guru, kita masih dapat saling berhubungan apakah itu melalu pesan-pesan singkat seperti blackberry atau melalui facebook. Harapan kita bersama agar tetap saling terhubung dan tak kehilangan kenangan-kenangan indah kita selama berada di sekolah ini.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih atas perhatian dan waktu yang telah diberikan. Semoga kita dapat berjumpa kembali, setelah perpisahaan ini. Mohon maaf jika ada salah kata. Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Tuhan memberkati.

Langkah-Langkah Persiapan Untuk Berpidato



 Berpidato atau berbicara didepan khalayak umum bukanlah hal yang mudah, tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik. Tidak sedikit orang yang mengalami demam panggung, merasa grogi dan gugup ketika dihadapkan harus berbicara didepan umum.
Maka itu, untuk berbicara didepan umum diperlukan latihan dan praktek terus-menerus agar  semakin mahir dan terbiasa, sehingga tidak akan mengalami masalah.

Berpidato berarti menyampaikan sesuatu secara lisan kepada audiens. Pidato memiliki unsur-unsur berupa intonasi, bahasa tubuh, dan mimik muka. Isi pidato yang disampaikan dapat berupa penyampaian informasi, membujuk atau menghibur audiens.
Ada beberapa poin dalam berpidato yang harus diketahui oleh setiap orang yang akan melakukan pidato. Dan poin-poin tersebut tidak bisa dipisahkan dari satu dengan yang lainnya. Secara umum ada 3 poin yang harus menyatu, poin-poin tersebut antara lain yang pertama Pendahuluan, dimana dianya berisi uraian untuk mempersiapkan adiens berupa sapaan salam , ucapan syukur, ucapan terima kasih, latar belakang masalah, dan tujuan. 

Poin kedua adalah isi yang berupa gagasan pokok yang hendak disampaikan. Dan poin yang ketiga adalah penutup, dimana berisi simpulan, ajakan, harapan, permohonan maaf, dan salam penutup.

Kemampuan-kemampuan yang harus dikuasai dalam melakukan pidato:
 
- Mampu mengungkapkan pikiran secara lisan dengan lancar.
- Menguasai bahasa dengan baik dan benar.
- Berani tampil di depan umum.

Tips dan Langkah-langkah persiapan sebelum belakukan pidato:
 
- Merumuskan materi
pokok yang akan dipidatokan
- Mengumpulkan bahan
- Menyeleksi materi
- Memahami materi

Metode-metode Pidato:
 
- Pidato ekstemporan yaitu metode pidato yang terlebih dahulu menuliskan pokok-pokok pikiran yang kemudian dikembangan kembali dengan kata-katanya sendiri.

- Pidato impromtu, yaitu metode pidato spontan atau pidato serta merta. Biasanya pidato ini disampaikan tanpa persiapan sama sekali (Umumnya metode ini dilakukan oleh seseorang yang ahli dan terbiasa melakukan podato, bagi yang baru jangan mencoba-coa metode ini).

- Pidato manuskrip, yaitu metode pidato dengan cara membacakan naskah.
- Pidato menghapal, yaitu metode pidato yang dilakukan dengan menghapalkan nasakah pidato kata demi kata, kemudian disampaikan kembali sesuai dengan materi ya.ng dihapalkan itu